Masya Alloh Laa Quwwata Illa Billah, Bismillah Merintis Cabe Jamu di Purbalingga

gambar-cabai-jawa-tanaman-obat

Didunia ini memang waktunya manusia menanam sehingga pada akhirnya kita akan bisa memanen. Menanam pohon barangkali dianggap sesuatu yang sederhana dan sepele. Tetapi ternyata menanam pohon, menghijaukan bumi banyak sekali manfaatnya merupakan sebuah Perintah dari Allah SWT yang mana ada pahalanya diakhirat, bermanfaat didunia bagi kehidupan.
Bahkan dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang mengajarkan do’a bacaan tertentu ketika mengunjungi/memasuki kebunnya :

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ
Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). (QS. Al-Kahfi : 39)

Ucapan “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ) ini mengembalikan kekaguman kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa semua yang kita kagumi itu terwujud atas kehendak Allah, bukan karena usaha kita atau orang tersebut. Dicontohkan dalam ayat tersebut, jika seseorang memasuki kebun, hendaklah ia mengucapkan “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ). Kekagumannya atas indahnya kebun tersebut, ranumnya buah, lebatnya tanaman dan berhasilnya perkebunan, semata-mata kebaikan-kebaikan itu atas kehendak Allah.

Bacalah surat alkahfi istiqomah tiap malam jumat dan bacalah ayat diatas ketika masuk kebun atau lahan tanaman kita.
Semoga barokah bacaan kita menjadikan tanaman yg mengantarkan kita pada keridlaan Allah SWT.

Ada hadits yang diriwayatkan Anas Rodhiyallohu ‘Anhu dari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَ فِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيْلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُوْمَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.” (HR. Imam Ahmad 3/183, 184, 191, Imam Ath-Thayalisi no.2078, Imam Bukhari di kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 479 dan Ibnul Arabi di kitabnya Al-Mu’jam 1/21 dari hadits Hisyam bin Yazid dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu)
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits:
فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَ لاَ دَابَّةٌ وَ لاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Imam Muslim hadits no.1552(10)

Bismillahirrahmanirrahim. Mari Ikhtiar Budidaya Cabe Jawa atau lazim disebut CABE, Cabe Jamu, Lada Panjang, Long pepper di wilayah Purbalingga. Cabe Jamu ini sebagai alternatif pertanian ataupun perkebunan.

Bergabung dengan komunitas DYNASTY cabe jamu Wilayah Kab. Purbalingga.
Sukses bersama menjadi dynasty yang sukses Dunia Akhirat.
Jadikan Purbalingga sebagai salah satu sentra Cabe Jamu

KENAPA HARUS TANAM CABE JAMU / LONG PEPPER
Sebagian alasan sbb :
1. Kebutuhan dunia 6 juta ton dan indonesia hanya mampu suplai 1/3 nya (deperindag).
2. Kebutuhan perusahaan lokal baik farmasi maupun kosmetik unlimited
3. Mengingat besarnya permintaan harga stabil tinggi
4. Cabe jamu komoditi bisa ditimbun selama 2 tahun, jika ada permainan harga murah anda bisa simpan tanpa takut busuk.
5. Untuk budidaya cukup tanam sekali panen selamanya tanpa bingung potong hasil panen buat tanam lagi seperti jahe, sengon, semangka, dll
6. Biaya perawatan relatif sangat murah dan mudah
7. Relatif lebih tahan hama
8. Daunnya yg hijau bermanfaat mengurangi polusi udara. Etc

MANFAAT CABE JAMU
Manfaat dan kandungan cabe jamu / Cabe jawa.Cabai jawa, cabai jamu, lada panjang, atau cabai saja (Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum) adalah kerabat lada dan termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).
Tumbuhan ini produknya telah dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering dikacaukan dengan lada. Di Indonesia sendiri buah keringnya digunakan sebagai rempah pemedas. Sebelum kedatangan cabai (Capsicum spp.), tumbuhan inilah yang disebut “cabai”. Cabai sendiri oleh orang Jawa dinamakan “lombok”.
Cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabai jamu secara alami.
Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 – 30 cm, lebar 3 – 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina.
Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 – 7 cm, garis tengah 4 – 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.
Nama Lokal :
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa),; Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura).; Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera).; Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris);
Kandungan
Cabai mengandung vitamin C sangat tinggi, melebihi kandungan vitamin C pada jeruk. Selain vitamin C 18,00mg, cabai juga mengandung Vitamin A 71,00RE, Vit B10.05mg, energi 31,00 kal, protein 7100 g, lemak 0,30 g, karbohidrat 7,30 g, kalsium 29,00 mg, fosfor 24,00 mg, serat 0,30 g, besi 0,50 mg, dan niacin 0,20 mg.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang perut, muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, ; Sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam,; Hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia,; Tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat, ; tidak hamil:rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah, ; Stroke, nyeri pinggang, kejang perut.;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan.
lNDIKASI :
Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi:
– kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas,
– disentri, diare,
– sukar buang air besar pada penderita penyakit hati,
– sakit kepala, sakit gigi,
– batuk, demam,
– hidung berlendir,
– lemah syahwat,
– sukar melahirkan,
– neurastenia, dan
– tekanan darah rendah.
Bagian akar dapat digunakan untuk:
– kembung, pencernaan terganggu,
– tidak dapat hamil karena rahim dingin,
– membersihkan rahim setelah melahirkan,
– badan terasa lemah,
– stroke,
– rematik, gout, dan nyeri pinggang.
Daun dapat digunakan untuk mengatasi:
– kejang perut dan
– sakit gigi.
CARA PEMAKAIAN :
Buah sebanyak 2,5 – 5 g dijadikan pil atau direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, buah dijemur kering lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dihirupkan melalui hidung atau dimasukkan ke gigi yang berlubang (karies dentis). Juga digunakan untuk rematik dan parem setelah melahirkan.
Akar sebanyak 2,5 g direbus, atau dijadikan pil, bubuk. Pemakaian luar untuk obat luka dan sakit gigi. Daun untuk obat kumur pada radang mulut.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Neurastenia :
Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang 3/4 jari, daun sambiloto segar 1 genggam, gula enau 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
2. Masuk angin :
Cabe jawa 3 butir, daun poko (Mentha arvensis L.) dan daun kesumba keling (Bixa orellana L.), masing-masing 3/4 genggam, gula enau 3 jari. Bahan-bahan tersebut dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin saring, lalu minum 3 kali sehari @ 3/4 gelas.
3. Membersihkan rahim setelah melahirkan, obat kuat:
Akar kering cabe jawa sebanyak 3 g digiling halus. Seduh dengan air panas, hangat-hangat diminum sekaligus.
4. Pencernaan terganggu, batuk, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan larnbung, paru dan jantung :
Buah cabe jawa kering sebanyak 5 g ditumbuk halus. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk merata, lalu diminum sekaligus.
5. Sakit gigi :
a. Daun cabe jawa yang segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan 1/2 gelas air panas. Selagi hangat disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
b. Akar lekat dikunyah beberapa saat, lalu dibuang.
6. Kejang perut :
Daun cabe jawa segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan 1 gelas air panas. Selagi hangat disaring Ialu diminum sekaligus
7. Urus-urus untuk penderita penyakit hati :
Cabe Jawa 3 butir dan rimpang lempuyang seukuran ibu jari ditumbuk. Tambahkan 1 sendok makan air matang sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Airnya diminum sekaligus.
8. Demam :
Buah yang kering sebanyak 3 g digiling halus, lalu diseduh dengan 1/2 gelas air panas. Kemudian minumlah bersama ampasnya selagi hangat.
CATATAN : Penderita panas dalam dan perempuan hamil dilarang minum ramuan tumbuhan ini.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpa dan lambung. Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya. KANDUNGAN KIMIA : Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin, rninyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguniinine.

Salam Sukses..
DYNASTY,

Bahrizq Optima Sentosa (BOS)
Dusun Walik Desa Kutasari
Kecamatan Kutasari, Kab. Purbalingga.
web : cb-jawa.blogspot.co.id/
kebon-cabe.blogspot.co.id/
email : bahrizq@gmail.com

==============================================
Dibawah Manajemen DYNASTY Cabe Jamu :
CV. DYNASTY CABE JAMU

Visi dan Misi DYNASTY :
1. Devisa Negara
2. Membuka Lapangan Pekerjaan
3. Menciptakan Income Perkapita Masyarakat per Bulan
4. Memberantas kemiskinan, Meningkatkan Taraf Hidup dan Kesejahteraan Masyarakat
5. Membimbing, Membina, Mendampingi dan Berjuang Bersama dan Mengayomi Keluarga Besar Komunitas
6. Bisnis Masa Depan yang Terkoordinir dan Terarah

Tentang Cabe Jamu :
http://rakyatindependen.com/warga-balongcabe-suryadi-lakukan-budidaya-cabe-jamu/
http://karantinasby.pertanian.go.id/id/2017/04/05/ekspor-15-ton-cabe-jamu-ke-india/
http://www.potretpertanian.com/2016/08/mengenal-prospek-budidaya-cabe-jamu.html
http://www.jitunews.com/read/24440/teknis-jitu-menanam-cabe-jamu
http://regional.liputan6.com/read/2457047/kabupaten-ini-sulap-lahan-tandus-jadi-tanaman-cabai-jamu
http://www.radiovisfm.com/index.php/news/3500-petani-banyuwangi-kembangkan-cabe-jamu
http://www.jatimtimes.com/baca/146303/20160830/093218/petani-banyuwangi-mulai-lirik-cabe-jamu/
http://sumenepkab.go.id/berita/baca/desa-pakondang-lokasi-prospektif-budidaya-cabe-jamu
http://disbun.jabarprov.go.id/sismubtanbun/komoditi/detail/5
https://www.jawapos.com/radarsolo/archive/read/2016/09/21/3680/-cabai-jamu-tembus-rp-90-ribu
https://www.kompasiana.com/esemha/memasyarakatkan-pertanian-berwawasan-lingkungan_583af4774f9773ad047d43a9
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbyogyakarta/2015/01/15/kearifan-lokal-orang-madura-tentang-jamu-untuk-kesehatan-ibu-dan-anak/
dll

Posted by on November 7th, 2017 Comments Off on Masya Alloh Laa Quwwata Illa Billah, Bismillah Merintis Cabe Jamu di Purbalingga